Persiapan Puasa
Ibarat sebuah Sekolah, bulan Ramadhan merupakan sebuah sarana dan tempat untuk menempa diri. Tidak tanggung-tanggung didikan di bulan Ramadhan langsung dari sang Maha Pencipta. Kita, yang menjalankan puasa, sebagai “murid” tentunya ingin berhasil dan lulus dengan baik.
Berikut ini beberapa kiat yang dapat dilakukan agar kita menjadi “alumni” Ramadhan yang teladan. Teladan bagi kita semua terutama bagi diri sendiri.
Mengapa Berdasarkan Bulan
Banyak sekali perintah dan larangan Allah yang tidak bisa kita pahami secara total, padahal sesungguhnya dibalik perintah dan larangan itu terdapat suatu hikmah yang luar biasa. Seperti pada penentuan Ramadhan dan puasa. Mengapa Allah harus menetapkannya berdasarkan peritungan bulan bukan pada perhitungan matahari?
“Berpuasalah kalian karena melihat (bulan) dan berhari rayalah karena melihatnya. Jika awan menutupi kamu, maka sempurnakanlah bilangan Sya’ban itu tiga puluh hari” (h.r. Bukhari)
Mengapa Harus Puasa
Pada bulan Ramadhan, ibadah yang khas dan harus dilakukan adalah puasa (Shaum) sebulan penuh. Puasa Ramadhan adalah menahan diri dari makan, minum, dan segala yang membatalkannya dari terbit fajar sampai terbenamnya matahari, dengan niat puasa semata-mata karena Allah. Puasa Ramadhan juga masuk dalam rukun Islam, oleh karena itu semua orang yang mengaku Islam harus berpuasa. Tetapi, seringkali kita lihat tidak sedikit juga orang Islam tidak melakukan puasa. Salah satu yang menyebabkannya adalah pemahaman yang kurang terhadap ajaran Islam termasuk juga kurang mengetahui manfaat yang bisa didapat jika berpuasa. Masih banyak orang-orang termasuk orang muslim bertanya mengapa kita harus puasa sebulan penuh di bulan Ramadhan.
Indonesia (Belum) Merdeka
Hari ini, tepat 63 tahun yang lalu, detik-detik proklamasi dibacakan oleh Soekarno-Hatta. Dengan dibacanya teks proklamasi menandakan Indonesia menjadi negara yang merdeka, bebas dari penjajahan dan intimidasi dari negara lain. Kemerdekaan yang diraih dengan keringat dan darah para pejuang murni merupakan hasil jerih payah bangsa Indonesia, bukan pemberiaan dari negara lain.
Penentuan Awal Bulan Ramadhan
Hampir setiap tahun tepatnya saat akan memasuki bulan Ramadhan dan akhir bulan Ramadhan (awal bulan Syawal / Hari Raya Idul Fitri) kita seringkali dihadapkan pada perbedaan. Tidak jarang karena dengan adanya perbedaan itu, kita sesama umat Islam saling menghujat dan mencaci. Padahal tidak sedikit juga yang memahami bahwa dengan adanya perbedaan tersebut ada hikmah yang dapat kita rasakan. Seperti pada tahun ini, Muhammadiyah, salah satu ormas terbesar di Indonesia telah menetapkan awal puasa ramadhan jatuh pada tanggal 1 September 2008 menggunakan metode hisab hakiki. Menurut lampiran Maklumat yang merupakan hasil perhitungan dari Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Ijtima’ menjelang Ramadan 1429 H terjadi pada hari Ahad legi, 31 Agustus 2008 pukul 02:59:48 WIB. Tinggi Hilal pada saat terbenam matahari di Yogyakarta plus 5 derajat, 27 menit, 57 detik, hilal sudah wujud. Di seluruh Indonesia, pada saat matahari terbenam itu, hilal sudah berada di atas ufuk (detik.com). Sedangkan pemerintah, melalui menteri Agama belum menetapkan awal ramadhan. Begitu juga NU, sampai saat ini belum menetapkan awal ramadhan.
Marhaban, Ahlan wa Sahlan, Welcome, Selamat Datang….Ramadhan
Itulah kata-kata yang sering kita dengar dan kita lihat di berbagai media dalam rangka menyambut datangnya bulan Ramadhan. Ya…sebentar lagi, kurang dari sebulan, Insya Allah kita akan bertemu lagi dengan Ramadhan. Suatu bulan yang beda dari 11 bulan lainnya, karena satu bulan penuh akan di isi dengan ibadah puasa atau shaum.
8/8/8
Hari ini mungkin akan terasa istimewa bagi sebagian orang. Pasalnya, yang mempunyai peristiwa bertepatan hari ini akan mudah diingat karena hari ini merupakan hari yang cantik dilihat dari tanggal, bulan dan tahunnya. Ya hari ini tanggal 8, bulan 8 (agustus) tahun 2008 kalau disingkat 8/8/8. Hampir di seluruh dunia termasuk di Indonesia banyak ibu-ibu hamil yang mendambakan anaknya lahir atau ‘dipaksa lahir’ pada hari ini. Banyak juga pasangan-pasangan yang menikah pada hari ini. Partai politik pun tidak mau ketinggalan, terutama partai nomor urut 8, PKS, tidak mau menyia-nyiakan momen hari ini untuk memperkenalkan nomor partainya yaitu 8.













